Friday, February 27, 2015

PayBack Period adalah

Bramantyo Djohanputro (2008) mengatakan bahwa Pay Back Period (PBP) atau periode pengembalian modal adalah lamanya waktu yang diperlukan supaya uang yang dikeluarkan dalam investasi dapat diperoleh kembali.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa lamanya waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari suatu proyek, yang apabila dijumlahkan dalam waktu tersebut, sama dengan modal yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk biaya investasi.


Langkah-langkah menggunakan PBP sebagai ukuran kelayakan proyek adalah sebagai berikut:

·      Tetapkan Pay Back Period Standard (PBPS). Komisaris (investor) dan Manajemen puncak menetapkan berapa PBPS yang diinginkan. Misalnya, dalam rapat umum ditetapkan bahwa PBPS adalah 5 tahun.

·      Hitung Pay Back Period Investment (PBPI) atau PBP dari investasi proyek yang sedang dikaji, yaitu lama periode sehingga ICF diperoleh kembali melalui NOCF dan ECF.


·      Bandingkan PBPS dengan PBPI dengan prinsip :

a.      Bila PBPI lebih pendek dari PBPS maka proyek tersebut menarik untuk dijalankan karena uang yang diinvestasikan dapat kembali lebih cepat dari yang diinginkan. Maka proyek tersebut dianggap layak atau diterima untuk dijalankan.

b.      Bila PBPI lebih panjang dari PBPS maka proyek tersebut tidak menarik karena uang yang diinvestasikan akan kembali dalam kurun waktu lebih panjang dari yang telah ditentukan. Maka proyek tersebut dianggap tidak layak atau ditolak untuk dijalankan.

c.       Bila PBPI sama dengan PBPS maka proyek tersebut indiferen, artinya proyek tersebut dapat diterima atau ditolak. Dalam keadaan seperti ini, perlu ada pertimbangan lain untuk memutuskan apakah sebaiknya diterima atau ditolak. Misalnya, dengan menjalankan proyek maka membuka lowongan pekerjaan. Pertimbangan seperti ini mendorong investor untuk tetap menjalankan proyek.

Menghitung PBP pada dasarnya adalah menetapkan kurun waktu sehingga akumulasi NOCF sama dengan ICF. Dengan kata lain, akumulasi total cash flow sama dengan nol.

Keunggulan dalam menggunakan PBP. Pertama, kemudahan dalam proses menghitung. Kedua, kemudahan dalam mengkomunikasikan PBP ke berbagai pihak, termasuk kepada investor yang tidak memahami konsep keuangan, dan konsep nilai waktu dari uang. Para investor hanya ingin mengetahui berapa jangka waktu uang yang telah dikeluarkan sebagai modal investasi akan kembali, sehingga para investor dapat menghitung keuntungan yang didapatkan setelah uang yang telah dikeluarkan sebagai modal investasi sudah kembali dalam jangka waktu tersebut.


Selain keuntungan, PBP juga memiliki kelemahan. Kelemahan pertama, PBP tidak mempertimbangkan NOCF setelah masa PBPI. kelemahan kedua, PBP tidak mempertimbangkan nilai waktu dari uang.
Semoga membatu ya semuaaa!!

No comments:

Post a Comment