Friday, February 27, 2015

Net Present Value (NPV) adalah

Perkembangan bisnis sangatlah cepat dan menantang. Bisnis juga mengandung ketidakpastian terhadap semua aspek yang mempengaruhi bisnis. Dalam sebuah bisnis maupun investasi memerlukan perhitungan yang tepat terhadap faktor finansial seperti keuntungan, berapa produk yang akan diproduksi dan dijual dan sebagainya, sehingga bisnis maupun investasi tersebut layak untuk dijalankan.

Kali ini akan dibahas tentang cara perhitungan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis maupun investasi dengan cara menentukan nilai dari NPV atau Net Present Value. Sebelum menuntukan NPV diperlukan dulu mengenal yang dinamakan arus kas atau cash flow, dimana cash flow ini merupakan uang yang diharapkan masuk kedalam kantong investor.


Cash flow dengan cara yang mudah bisa dicari dengan keuntungan investor dalam menjalani bisnis, contoh mudah adalah kita mempunyai surat hutang atau obligasi dengan kupon yang tetap, dimana kupon ini merupakan bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi. Misalkan setiap tahun investor membeli obligasi sebesar 100 dengan bunga 10% tiap tahun, maka investor menerima kupon sebesar 10 dengan jatuh tempo obligasi selama 5 tahun. Maka cash flow  yang akan didapat

Tahun ke
0
1
2
3
4
5
Cash Flow
-100
10
10
10
10
110

Tabel tersebut mengatakan bahwa pada tahun ke-0 dari sisi investor mendapatkan -100, ini berarti investor mengeluarkan uang sebesar 100, dan pada tahun ke-1 hingga  tahun ke-4 investor mendapat kupon sebesar 10 setiap tahun, karena jatuh tempo pada tahun ke-5 maka investor akan menerima kupon sebesar 10 dan pengembalian obligasi sebesar 100 sehingga total yang diterima tahun ke-5 adalah 110. Mudah memang untuk menentukan investasi yang tetap setiap tahunnya seperti obligasi dan deposito, untuk cash flow lebih rumit akan kami lanjutkan diartikel selanjutnya.

Kembali ke NPV, NPV memiliki rumus yang cukup mudah, apalagi menggunakan software aplikasi excel terdapat rumus NPV, yaitu

=NPV(suku bunga, cash flow  tahun ke-1 …. Cash flow tahun ke-akhir)

Suku bunga dapat diganti dengan discount rate, WACC (Weighted Average Cost of Capital) atau biaya modal rata-rata tertimbang, Cost of Equity ataupun Cost of Capital langsung, karena memang pembahasan ini tinggi kita pake yang simple-simple aja dulu. NPV bisa dicari dengan mudah menggunakan rumus di bawah,

                       NPV = - Cash flow tahun pertama + PV Cash flow 1 + . . . +PV Cash flow ke-n 

Sudah pada tahu kan menentukan PV yaitu dengan membagi cashflow dengan (1+discount rate) lalu dipangkatkan tahun ke-… dapat lah nilai NPV.

            Kembali ke NPV dari obligasi diatas, berapakah nilai NPV nya? Mudah kan untuk mencari NPV nya, NPV nya adalah 0. Dimana setiap obligasi ataupun deposito akan memberikan nilai NPV 0. Sehingga hanya kita yang memutuskan karena nilai 0 berarti kita boleh melakukan atau tidak, tapi kalau negatif artinya investasi atau bisnis tidak layak melainkan jika nilainya positif berarti bagus untuk dilakukan investasinya.


            Dengan demikian kalau mau investasi dan dapat meramalkan cash flow dapat mudah kita apakah layak atau tidaknya investasi ataupun bisnis. Semoga bermanfaat!

No comments:

Post a Comment